INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
TUGAS INDIVIDU
NPM : 20320286
MATA KULIAH : Ilmu Sosial Dasar
NAMA DOSEN : Dr. Ditiya Himawati, SE., MM.
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
A. Pengertian Individu
Pengertian
Individu adalah bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat
dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Kata individu berasal dari Bahasa
Yunani, Individum yang artinya tidak terbagi, dimana dalam ilmu sosiologi
individu diartikan sebagai sebuah organisasi (seseorang) yang bebas atau tidak
terikat dengan organisasi yang lain baik dalam hal tindakan, pikiran, maupun
tingkah laku.
B. Pengertian Keluarga
Keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap
dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga adalah unit terkecil dalam
masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau
ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).
C. Pengertian Masyarakat
Pengertian
Masyarakat merupakan sekelompok orang yang hidup bersama di suatu daerah dan
membentuk sistem yang setengah terbuka dan setengah tertutup dan di mana
interaksi antara individu individu dalam kelompok berlangsung. Secara
etimologis, dalam sebuah kata “Masyarakat” yakni telah berasal dari bahasa
Arab, yang berarti “Musyarak”, yang berarti hubungan (interaksi). Jadi definisi
masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup bersama di satu tempat dan
berinteraksi satu sama lain dalam komunitas yang terorganisir.
D.
Hubungan Antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Individu ialah perorangan (orang), lalu individu-individu tersebut melebur membentuk keluarga dengan cara perkawinan, dan dari keluarga-keluarga tersebut membentuk suatu masyarakat yg menempati suatu daerah( masyarakat ialah kumpulan beberapa orang/keluarga).
Sumber Referensi :
https://guruakuntansi.co.id/pengertian-masyarakat/
https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/pengertian-individu-kelompok-dan-hubungan-sosial-6789/
KENAKALAN REMAJA
Kenakalan
remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang sering ditemui di kalangan
siswa atau pelajar. Biasanya kenakalan remaja berkaitan dengan sikap atau
tindakan menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak usia remaja, baik dilakukan
di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat yang lebih luas.
Usia
remaja merupakan usia yang perlu diperhatikan. Sebab, di usia remaja adalah
masa peralihan di mana anak beranjak menuju dewasa. Tentu pada masa ini akan
muncul berbagai perubahan yang mengharuskan setiap anak beradaptasi dengan
baik. Sehingga diperlukannya pendampingan dan pengawasan yang baik oleh orang
tua, guru, dan juga masyarakat. Penyebab kenakalan remaja ada yang berasal dari
internal dan eksternal.
Internal
pertama yaitu, krisis identitas yang terjadi karena di umur remaja anak akan
mengalami perasaan untuk mendapatkan pengakuan di lingkungannya, serta adanya
identitas peran yang mulai dijalankan. Kedua, kontrol diri yang lemah, biasanya
tidak dapat membedakan tingkah laku yang dapat diterima dan tidak di
masyarakat.
Sedangkan
eksternal pertama yaitu, kurangnya perhatian dan kasih sayang, Dalam hal ini keluarga
memang menjadi lingkungan pendidikan utama dan paling pertama untuk mendidik
anak menjadi orang yang berperilaku baik di masyarakat. Sehingga di sini, anak
memerlukan pendampingan dan dukungan yang baik dari orang tua dan keluarga.
Kedua, kurangnya pemahaman agama, melalui pendidikan agama anak bisa
mendapatkan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Ketiga, pengaruh
lingkungan sekitar, teman sepermainan atau sebaya memberikan peranan penting
bagi setiap remaja yang sedang berkembang. Keempat, tempat pendidikan, Dalam
hal ini, sekolah menjadi lingkungan kedua yang memiliki potensi sebagai tempat
dilakukannya kenakalan remaja.
Pada
dasarnya kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari
norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan
merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
Sehingga
perlu adanya tindakan-tindakan dari orang-orang terdekat seperti keluarga,
teman, dan masyarakat sekitar untuk mengawasi tindakan remaja agar tidak
terjerumus pada kenakalan remaja. Dan perlu ada penanaman nilai moral,
pendidikan ,dan nilai religious pada diri seorang remaja agar anak-anak bias
membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dilakukan.
Sumber Referensi :

