MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
TUGAS INDIVIDU
Kamis, 12 November 2020
NAMA : Rafif Fadhil RusvinandaNPM : 20320286
MATA KULIAH : Ilmu Sosial Dasar
NAMA DOSEN : Dr. Ditiya Himawati, SE., MM.
Masyarakat
Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
A.
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat
adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi
tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan
kolektif.
Syarat-syarat
menjadi masyarakat :
· Manusia
yang hidup Bersama
· Bergaul
dalam waktu cukup lama
· Menciptakan
komunikasi dan peraturan
· Menyadari
integrasi sosial
· Melakukan
sosialisasi
Istilah
kota mengacu pada wilayah yang padat penduduk dan memiliki karakteristik
lingkungan dengan pembangunan yang sangat berkembang. Mereka yang tinggal di
kota biasanya terlibat dalam pekerjaan perdagangan atau pelayanan. Dengan
begitu, wilayah ini dapat menghasilkan peluang kerja yang lebih baik. Namun
wilayah kota tidak terbatas pada perkotaan saja, tetapi juga pinggiran kota
juga termasuk di dalamnya dan ikut terlibat kehidupan masyarakat perkotaan.
Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang
bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis
pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama. Masyarakat
perkotaan yang mana kita ketahui itu selalu identik dengan sifat yang
individual, matrealistis, penuh kemewahan, dikelilingi gedung-gedung yang
menjulang tinggi, perkantoran yang mewah, dan pabrik-pabrik yang besar.
Ada
beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
1.
Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang
kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
2.
Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung
pada orang lain (Individualisme).
3.
Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai
batas-batas yang nyata.
4.
Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh
warga kota.
5.
Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu
bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk
dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
6.
Perubahan-perubahan tampak nyata
dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima
pengaruh-pengaruh dari luar.
Tipe-tipe
masyarakat :
1. Masyarakat
Terbuka
Masyarakat
yang Menerima Perubahan dengan seleksi. Dalam tipe masyarakat ini, perubahan
yang ada disikapi dengan sikap selektif. Artinya perubahan yang membawa dampak
positif bagi nilai-nilai di masyarakat tersebut akan diterima dengan tangan
terbuka, sebaliknya perubahan yang dapat menimbulkan rusaknya norma-norma
sosial yang telah ada ditolak keberadaannya. Masyarakat seperti ini tergolong
masyarakat modern.
2. Masyarakat
Tertutup
Masyarakat
tertutup sulit menerima perubahan. Mereka bersifat bahwa perubahan akan
menyebabkan hilangnya keaslian budayanya. Mereka menutup diri akan perubahan,
adakalanya mereka menerima perubahan namun sifatnya terbatas bahkan ada yang
tak mau menerimanya sama sekali. Mereka tak mau bergaul dengan masyarakat luar.
Perbedaan
masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil
sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan. Karakteristik umum
masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup
bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Sedangkan cara
beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan
dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan
santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan. Berbeda dengan karakteristik
masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama
dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut
sebagai urban community.
B.
Hubungan Desa dan Kota
Hubungan
kota dan desa merupakan suatu bentuk interaksi yang terjadi karena adanya
aktivitas yang mengaitkan keduanya, salah satunya yaitu pariwisata. Hal ini
terjadi karena adanya tiga faktor penyebab berjalannya aktivitas tersebut,
yaitu faktor rekreasi, bisnis dan hiburan.
C.
Aspek Positif dan Negatif
Berikut
aspek positif dari perkotaan:
a)
Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg
bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
b)
Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana
rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
c)
Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainya.
d)
Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah
terakreditasi.
e)
Tersedia lapangan kerja.
f)
Perkotaan juga devisa buat negara.
Aspek
negatif dari perkotaan:
a)
Terjadinya transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan
kepadatan penduduk.
b)
Sehingga adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya
orang desar yg diterima bekerja.
c)
Tingkat kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa
untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
d)
Pembangunan dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota
untuk mencari pekerjaan.
5
unsur lingkungan perkotaan
· Wisma
: unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat
berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan
kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
· Karya
: unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena
unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
· Marga
: unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan
hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan
antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
· Suka
: unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan
penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
· Penyempurna
: unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara
tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan
kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
Fungsi
eksternal kota :
· Pusat
kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
· Pusat
dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
· Pusat
dan wadah kegiatan ekonomi ekspor
· Simpul
komunikasi regional/global
· Satuan
fisik-infrastruktural yang terkail dengan arus regional/global.
D. Masyakarat Pedesaan
Desa
adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat
pemerintahan tersendiri, atau desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi
,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah),
dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Suatu
pedesaan masih sulit umtuk berkembang, bukannya mereka tidak mau berkembang
tapi suatu hal yang baru terkadang bertentangan dengan apa yang leluhur hereka
ajarkan karna itu masyarakat pedasaan sangat tertutup dengan hal-hal yang baru
karena mereka masih memegang teguh adat-adat yang leluhur mereka ajarkan.
Ciri-ciri
Desa antara
lain sebagai berikut :
· Desa
dan masyarakatnya sangat dekat dengan alam. Kegiatan mereka sangat bergantung
pada iklim dan cuaca.
· Penduduk
desa merupakan satu unit kerja dan unit sosial. Dengan jumlah yang tak besar,
mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian.
· Ikatan
kekeluargaan penduduk desa lebih kuat dengan penduduk lain.
Ciri-ciri
Masyarakat Desa antara
lain sebagai berikut :
· Pekerjaan
bersifat homogen atau sama. Masyarakat desa lebih banyak bergantung pada sektor
pertanian, peternakan, dan perikanan.
· Masyarakat
berukuran kecil. Jumlah penduduknya tidak sebanyak di kota. Pertumbuhannya juga
tidak masif. Ini dikarenakan penduduk desa harus mempertimbangkan keseimbangan
potensi alam.
· Kepadatan
penduduk tergolong rendah. Rasio antara luas wilayah dengan penduduknya kecil.
Ini bisa terlihat dari rumah di desa yang masih punya pekarangan dan tidak
menempel dengan tetangganya.
· Lingkungan
fisik, biologis, dan sosial budaya masih terjaga dengan baik.
· Diferensiasi
sosial rendah. Tak banyak perbedaan antara warga satu dengan lainnya.
Penduduknya punya kesamaan dalam hal pekerjaan, adat istiadat, bahasa, bahkan
hubungan kekerabatan.
· Stratifikasi
sosial yang tidak terlalu mencolok. Kelas atau tingkatan sosial masyarakat desa
tidak terlalu banyak dan lebar.
· Mobilitas
sosial masyarakat relatif rendah. Pekerjaan dan ikatan masyarakat yang terbatas
membuat masyarakat desa tak butuh kerap bepergian.
· Interaksi
sosial masyarakat desa lebih intensif. Komunikasinya juga bersifat personal
sehingga antara satu dengan yang lainnya saling mengenal.
· Solidaritas
sosial pada masyarakat pedesaan sangat kuat. Ini karena mereka punya kesamaan
ciri, sosial, ekonomi, budaya, dan tujuan hidup.
· Kontrol
sosial masyarakat pedesaan dilakukan lewat norma dan nilai yang berlaku di
masyarakat. Ada sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar.
· Tradisi
lokal masyarakat desa masih kuat. Tradisi diturunkan dari generasi ke generasi.
Macam
macam pekerjaan gotong royong
antara
lain sebagai berikut:
· Bekerja
sama membangun jembatan
· Gotong
royong dalam kerja bakti membersihkan lingkungan
· Gotong
royong memperbaiki jalan
· Bekerja
sama menjaga keamanan dan kerukunan tempat tinggal
· Bergotong
royong dalam menyelesaikan masalah (muayawarah)
· Bekerja
sama membersihkan parit
Sifat
dan Hakikat Masyarakat Pedesaan, seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber
bahwa masyarakat In¬donesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata
pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya
dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai
masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga
oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala
kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir.
Maka
tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut
pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh
ketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah
terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan
dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah
yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang
harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.
Tetapi
sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam
gejala, khususnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat
pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan sosial.
Macam-macam
gejala Masyarakat Pedesaan
antara
lain sebagai berikut :
· Konflik
(Pertengkaran)
· Kontraversi
(Pertentangan)
· Kompetisi
(Persiapan)
· Kegiatan
pada Masyarakat Pedesaan
Sistem
nilai budaya petani Indonesia antara lain sebagai berikut :
a)
Para petani di Indonesia di Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu
sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi itu tidak
berarti bahwa ia harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri
dengan bersembunyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya
wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian
sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.
b)
Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang untuk
mencapai kedudukannya.
c)
Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan,
meraka kurang mampu untuk itu.Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau,
mengenang kekayaan masa lampau (menanti datangnya kembali sang ratu adil yang
membawa kekayaan bagi mereka)
d)
Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain
itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar
peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali. Mereka cukup saja dengan
menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.
e)
Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka
sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.
Unsur-unsur
Desa antara lain sebagai berikut :
· Wilayah
: meliputi tanah, letak, luas, batas, bentuk, dan topografi.
· Penduduk
: meliputi jumlah, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian.
· Tata
kehidupan : meliputi sifat gotong royong, adat istiadat, tradisi, aturan, dan
norma (hukum informal).
Ada
2 fungsi desa, yakni sebagai pendukung kota (sumber pangan, bahan mentah,
tenaga kerja, pusat industri, dan lainnya) dan pemerintahan terendah
(menjalankan kebijakan yang digariskan pemerintahan di atasnya).
E. Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat
Kota umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain,
kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan
agama dan sebagainya, jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat
perkotaan, interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor
kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
sedangkan masyarakat
desa, hidupnya sederhana, Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku
didaerahnya, mempunyai sifat-sifat kekeluargaan yang tinggi, perasaan tidak ada
percaya diri terhadap masyarakat kota, saling menghargai orang lain.
PERBEDAAN KESEJAHTERAAN ANTARA MASYARAKAT KOTA DAN DESA
Desa
dan kota terkadang menimbulkan berbagai asosiasi, misalnya terkait perbedaan
kesejahteraan masyarakatnya. Padahal, baik desa maupun kota dapat maju bersama,
tanpa ada jurang pemisah.
Semakin
lama, terjadi pergeseran perpindahan penduduk Indonesia. Masyarakat kita
cenderung semakin metropolitan, sehingga semakin senang hijrah ke kota.
Didukung pula oleh data pemerintah, yang mana pada 2010, persentase penduduk
kota sebesar 49,8 persen.
Angka
itu meningkat pada 2015 menjadi 53,3 persen. Dan akan terus meningkat setiap
tahunnya.
Penduduk
desa cenderung memiliki kesejahteraan lebih rendah dibandingkan penduduk kota.
Dapat dilihat dari persentase kemiskinan di kota sebesar 7,7 persen sedangkan
di desa hampir dua kali lipatnya yaitu 13,96 persen.
Dalam
hal itu, pemerintah berupaya keras untuk menekan kemiskinan di desa agar
kualitas kesejahteraannya dapat setara dengan kota. Salah satu strategi pemerintah
yaitu dana desa untuk meningkatkan taraf hidup warga pedesaan.
Sejak
2015, pemerintah terus meningkatkan alokasi dana desa. Jika Pada 2015, alokasi
dana desa sebesar Rp 20,76 triliun maka pada 2016, angka itu melonjak lebih
dari dua kali lipat menjadi Rp 46,98 triliun.
Pada
2017 ini, pemerintah menambah kembali alokasi dana desa menjadi lebih dari Rp
60 triliun.
Tentunya,
mengeluarkan dana desa sebesar itu pasti menghadapi sejumlah tantangan.
Misalnya, dalam hal penyalurannya, diperlukan integritas aparatur desa agar
dana desa dapat tepat sasaran dan tepat guna. Dengan begitu, diharapkan ekonomi
desa dapat bergulir cepat dan taraf hidup warganya pun terdongkrak.
Selain
dana desa, sarana lain dalam mengurangi ketimpangan masyarakat desa dengan kota
adalah pembangunan infrastruktur.
Kemakmuran
sebuah bangsa dapat tercapai dengan tingkat pemerataan pembangunannya yang
tinggi serta diiringi oleh sektor produktif pendorong ekonomi, ketimpangan desa
dan kota merupakan perhatian pemerintah saat ini.
Seperti
yang sudah kita lihat, Ketimpangan kesejahteraan antara masyarakat pedesaan dan
perkotaan sangat terlihat jelas, mungkin hal ini disebabkan karena kurangnya sarana maupun wadah bagi masyarakat
untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Oleh
karena itu diperlukannya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM)
sebagai insan pembangunan, dan upaya yang dilakukan pemerintah seperti
diberinya dana desa, dan pembangunan infrastruktur sangat membantu untuk warga
pedesaan.
Sumber Referensi :
https://www.nesabamedia.com/pengertian-masyarakat/
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://bluestranger1104.blogspot.com/2015/12/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat.html
https://lorentfebrian.wordpress.com/perbedaan-masyarakat-kota-dengan-masyarakat-desa/
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ruang/article/view/6428
https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/5-unsur-lingkungan-perkotaan/
https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/09/130000569/desa-definisi-dan-unsurnya
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/geografi/desa-dan-kota/
https://www.tribunnews.com/kilas-kementerian/2017/09/30/perbedaan-kesejahteraan-masyarakat-desa-dan-kota
NPM : 20320286
MATA KULIAH : Ilmu Sosial Dasar
NAMA DOSEN : Dr. Ditiya Himawati, SE., MM.
Masyarakat
Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
A.
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif.
Syarat-syarat
menjadi masyarakat :
· Manusia
yang hidup Bersama
· Bergaul
dalam waktu cukup lama
· Menciptakan
komunikasi dan peraturan
· Menyadari
integrasi sosial
· Melakukan
sosialisasi
Istilah
kota mengacu pada wilayah yang padat penduduk dan memiliki karakteristik
lingkungan dengan pembangunan yang sangat berkembang. Mereka yang tinggal di
kota biasanya terlibat dalam pekerjaan perdagangan atau pelayanan. Dengan
begitu, wilayah ini dapat menghasilkan peluang kerja yang lebih baik. Namun
wilayah kota tidak terbatas pada perkotaan saja, tetapi juga pinggiran kota
juga termasuk di dalamnya dan ikut terlibat kehidupan masyarakat perkotaan.
Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang
bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis
pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama. Masyarakat
perkotaan yang mana kita ketahui itu selalu identik dengan sifat yang
individual, matrealistis, penuh kemewahan, dikelilingi gedung-gedung yang
menjulang tinggi, perkantoran yang mewah, dan pabrik-pabrik yang besar.
Ada
beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
1.
Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang
kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
2.
Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung
pada orang lain (Individualisme).
3.
Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai
batas-batas yang nyata.
4.
Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh
warga kota.
5.
Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu
bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk
dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
6.
Perubahan-perubahan tampak nyata
dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima
pengaruh-pengaruh dari luar.
Tipe-tipe
masyarakat :
1. Masyarakat
Terbuka
Masyarakat
yang Menerima Perubahan dengan seleksi. Dalam tipe masyarakat ini, perubahan
yang ada disikapi dengan sikap selektif. Artinya perubahan yang membawa dampak
positif bagi nilai-nilai di masyarakat tersebut akan diterima dengan tangan
terbuka, sebaliknya perubahan yang dapat menimbulkan rusaknya norma-norma
sosial yang telah ada ditolak keberadaannya. Masyarakat seperti ini tergolong
masyarakat modern.
2. Masyarakat
Tertutup
Masyarakat
tertutup sulit menerima perubahan. Mereka bersifat bahwa perubahan akan
menyebabkan hilangnya keaslian budayanya. Mereka menutup diri akan perubahan,
adakalanya mereka menerima perubahan namun sifatnya terbatas bahkan ada yang
tak mau menerimanya sama sekali. Mereka tak mau bergaul dengan masyarakat luar.
Perbedaan
masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil
sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan. Karakteristik umum
masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup
bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Sedangkan cara
beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan
dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan
santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan. Berbeda dengan karakteristik
masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama
dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut
sebagai urban community.
B.
Hubungan Desa dan Kota
Hubungan
kota dan desa merupakan suatu bentuk interaksi yang terjadi karena adanya
aktivitas yang mengaitkan keduanya, salah satunya yaitu pariwisata. Hal ini
terjadi karena adanya tiga faktor penyebab berjalannya aktivitas tersebut,
yaitu faktor rekreasi, bisnis dan hiburan.
C.
Aspek Positif dan Negatif
Berikut
aspek positif dari perkotaan:
a)
Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg
bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
b)
Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana
rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
c)
Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainya.
d)
Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah
terakreditasi.
e)
Tersedia lapangan kerja.
f)
Perkotaan juga devisa buat negara.
Aspek
negatif dari perkotaan:
a)
Terjadinya transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan
kepadatan penduduk.
b)
Sehingga adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya
orang desar yg diterima bekerja.
c)
Tingkat kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa
untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
d)
Pembangunan dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota
untuk mencari pekerjaan.
5
unsur lingkungan perkotaan
· Wisma
: unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat
berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan
kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
· Karya
: unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena
unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
· Marga
: unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan
hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan
antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
· Suka
: unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan
penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
· Penyempurna
: unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara
tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan
kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
Fungsi
eksternal kota :
· Pusat
kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
· Pusat
dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
· Pusat
dan wadah kegiatan ekonomi ekspor
· Simpul
komunikasi regional/global
· Satuan fisik-infrastruktural yang terkail dengan arus regional/global.
D. Masyakarat Pedesaan
Desa
adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat
pemerintahan tersendiri, atau desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi
,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah),
dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Suatu
pedesaan masih sulit umtuk berkembang, bukannya mereka tidak mau berkembang
tapi suatu hal yang baru terkadang bertentangan dengan apa yang leluhur hereka
ajarkan karna itu masyarakat pedasaan sangat tertutup dengan hal-hal yang baru
karena mereka masih memegang teguh adat-adat yang leluhur mereka ajarkan.
Ciri-ciri
Desa antara
lain sebagai berikut :
· Desa
dan masyarakatnya sangat dekat dengan alam. Kegiatan mereka sangat bergantung
pada iklim dan cuaca.
· Penduduk
desa merupakan satu unit kerja dan unit sosial. Dengan jumlah yang tak besar,
mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian.
· Ikatan
kekeluargaan penduduk desa lebih kuat dengan penduduk lain.
Ciri-ciri
Masyarakat Desa antara
lain sebagai berikut :
· Pekerjaan
bersifat homogen atau sama. Masyarakat desa lebih banyak bergantung pada sektor
pertanian, peternakan, dan perikanan.
· Masyarakat
berukuran kecil. Jumlah penduduknya tidak sebanyak di kota. Pertumbuhannya juga
tidak masif. Ini dikarenakan penduduk desa harus mempertimbangkan keseimbangan
potensi alam.
· Kepadatan
penduduk tergolong rendah. Rasio antara luas wilayah dengan penduduknya kecil.
Ini bisa terlihat dari rumah di desa yang masih punya pekarangan dan tidak
menempel dengan tetangganya.
· Lingkungan
fisik, biologis, dan sosial budaya masih terjaga dengan baik.
· Diferensiasi
sosial rendah. Tak banyak perbedaan antara warga satu dengan lainnya.
Penduduknya punya kesamaan dalam hal pekerjaan, adat istiadat, bahasa, bahkan
hubungan kekerabatan.
· Stratifikasi
sosial yang tidak terlalu mencolok. Kelas atau tingkatan sosial masyarakat desa
tidak terlalu banyak dan lebar.
· Mobilitas
sosial masyarakat relatif rendah. Pekerjaan dan ikatan masyarakat yang terbatas
membuat masyarakat desa tak butuh kerap bepergian.
· Interaksi
sosial masyarakat desa lebih intensif. Komunikasinya juga bersifat personal
sehingga antara satu dengan yang lainnya saling mengenal.
· Solidaritas
sosial pada masyarakat pedesaan sangat kuat. Ini karena mereka punya kesamaan
ciri, sosial, ekonomi, budaya, dan tujuan hidup.
· Kontrol
sosial masyarakat pedesaan dilakukan lewat norma dan nilai yang berlaku di
masyarakat. Ada sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar.
· Tradisi lokal masyarakat desa masih kuat. Tradisi diturunkan dari generasi ke generasi.
Macam
macam pekerjaan gotong royong
antara
lain sebagai berikut:
· Bekerja
sama membangun jembatan
· Gotong
royong dalam kerja bakti membersihkan lingkungan
· Gotong
royong memperbaiki jalan
· Bekerja
sama menjaga keamanan dan kerukunan tempat tinggal
· Bergotong
royong dalam menyelesaikan masalah (muayawarah)
· Bekerja
sama membersihkan parit
Sifat
dan Hakikat Masyarakat Pedesaan, seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber
bahwa masyarakat In¬donesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata
pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya
dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai
masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga
oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala
kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir.
Maka
tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut
pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh
ketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah
terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan
dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah
yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang
harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.
Tetapi
sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam
gejala, khususnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat
pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan sosial.
Macam-macam
gejala Masyarakat Pedesaan
antara
lain sebagai berikut :
· Konflik
(Pertengkaran)
· Kontraversi
(Pertentangan)
· Kompetisi
(Persiapan)
· Kegiatan
pada Masyarakat Pedesaan
Sistem
nilai budaya petani Indonesia antara lain sebagai berikut :
a)
Para petani di Indonesia di Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu
sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi itu tidak
berarti bahwa ia harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri
dengan bersembunyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya
wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian
sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.
b)
Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang untuk
mencapai kedudukannya.
c)
Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan,
meraka kurang mampu untuk itu.Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau,
mengenang kekayaan masa lampau (menanti datangnya kembali sang ratu adil yang
membawa kekayaan bagi mereka)
d)
Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain
itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar
peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali. Mereka cukup saja dengan
menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.
e)
Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka
sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.
Unsur-unsur
Desa antara lain sebagai berikut :
· Wilayah
: meliputi tanah, letak, luas, batas, bentuk, dan topografi.
· Penduduk
: meliputi jumlah, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian.
· Tata
kehidupan : meliputi sifat gotong royong, adat istiadat, tradisi, aturan, dan
norma (hukum informal).
Ada
2 fungsi desa, yakni sebagai pendukung kota (sumber pangan, bahan mentah,
tenaga kerja, pusat industri, dan lainnya) dan pemerintahan terendah
(menjalankan kebijakan yang digariskan pemerintahan di atasnya).
E. Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat
Kota umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain,
kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan
agama dan sebagainya, jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat
perkotaan, interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor
kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
Desa dan kota terkadang menimbulkan berbagai asosiasi, misalnya terkait perbedaan kesejahteraan masyarakatnya. Padahal, baik desa maupun kota dapat maju bersama, tanpa ada jurang pemisah.
Semakin lama, terjadi pergeseran perpindahan penduduk Indonesia. Masyarakat kita cenderung semakin metropolitan, sehingga semakin senang hijrah ke kota. Didukung pula oleh data pemerintah, yang mana pada 2010, persentase penduduk kota sebesar 49,8 persen.
Angka itu meningkat pada 2015 menjadi 53,3 persen. Dan akan terus meningkat setiap tahunnya.
Penduduk desa cenderung memiliki kesejahteraan lebih rendah dibandingkan penduduk kota. Dapat dilihat dari persentase kemiskinan di kota sebesar 7,7 persen sedangkan di desa hampir dua kali lipatnya yaitu 13,96 persen.
Dalam hal itu, pemerintah berupaya keras untuk menekan kemiskinan di desa agar kualitas kesejahteraannya dapat setara dengan kota. Salah satu strategi pemerintah yaitu dana desa untuk meningkatkan taraf hidup warga pedesaan.
Sejak 2015, pemerintah terus meningkatkan alokasi dana desa. Jika Pada 2015, alokasi dana desa sebesar Rp 20,76 triliun maka pada 2016, angka itu melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 46,98 triliun.
Pada 2017 ini, pemerintah menambah kembali alokasi dana desa menjadi lebih dari Rp 60 triliun.
Tentunya, mengeluarkan dana desa sebesar itu pasti menghadapi sejumlah tantangan. Misalnya, dalam hal penyalurannya, diperlukan integritas aparatur desa agar dana desa dapat tepat sasaran dan tepat guna. Dengan begitu, diharapkan ekonomi desa dapat bergulir cepat dan taraf hidup warganya pun terdongkrak.
Selain dana desa, sarana lain dalam mengurangi ketimpangan masyarakat desa dengan kota adalah pembangunan infrastruktur.
Kemakmuran
sebuah bangsa dapat tercapai dengan tingkat pemerataan pembangunannya yang
tinggi serta diiringi oleh sektor produktif pendorong ekonomi, ketimpangan desa
dan kota merupakan perhatian pemerintah saat ini.
Seperti yang sudah kita lihat, Ketimpangan kesejahteraan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan sangat terlihat jelas, mungkin hal ini disebabkan karena kurangnya sarana maupun wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Oleh
karena itu diperlukannya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM)
sebagai insan pembangunan, dan upaya yang dilakukan pemerintah seperti
diberinya dana desa, dan pembangunan infrastruktur sangat membantu untuk warga
pedesaan.
Sumber Referensi :
https://www.nesabamedia.com/pengertian-masyarakat/
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://bluestranger1104.blogspot.com/2015/12/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat.html
https://lorentfebrian.wordpress.com/perbedaan-masyarakat-kota-dengan-masyarakat-desa/
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ruang/article/view/6428
https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/5-unsur-lingkungan-perkotaan/
https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/09/130000569/desa-definisi-dan-unsurnya
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/geografi/desa-dan-kota/
