Pemuda dan Sosialisasi
TUGAS INDIVIDU
NPM : 20320286
MATA KULIAH : Ilmu Sosial Dasar
NAMA DOSEN : Dr. Ditiya Himawati, SE., MM.
Pemuda dan Sosialisasi
A. Pengertian Pemuda
Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang Mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang.
B. Pengertian Sosialisasi
Pengertian sosialisasi secara sederhana dapat dipahami sebagai proses internalisasi nilai dan orma sosial ke dalam individu. Sosialisasi merupakan bagian inti dari proses interaksi sosial. Sebagai makhluk sosial, kita senantiasa berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam proses interaksi, terjadi sosialisasi.
C. Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
Internalisasi Belajar Dan Sosialisasi Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma-norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
D. Proses Sosialisasi
Internalisasi nilai-nilai, proses penanaman nilai dan norma sosial dalam diri seseorang yang berlangsung sejak lahir hingga meninggal. Enkulturasi, proses pengembangan dari nilai-nilai budaya yang sudah tertanam dalam diri seseorang dan diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari. Pendewasaan diri, proses berlangsungnya internalisasi dan enkulturasi secara terus menerus hingga membentuk suatu kepribadian. Jika kepribadian terwujud secara utuh, seseorang bisa dikatakan dewasa dan telah siap memegang peran dalam masyarakat.
E. Peran Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain. Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya).
F.
Pola
Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
G. 2 Pengertian Pokok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
1.
Generasi Muda sebagai Subyek
Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
2.
Generasi Muda sebagai Obyek
Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
H. Masalah-Masalah Generasi Muda
Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan
nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda. Kekurangpastian
yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya. Belum seimbangnya
antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik
yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan
oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi
juga merugikan seluruh bangsa
I.
Potensi-Potensi
Generasi Muda
Dinamika dan Kreatifitas. Dengan adanya sikap idealisme dan daya kritis yang kuat, berarti generasi muda dapat menimbulkan kreatifitas dan dinamika dalam tatanan berupa perubahan, pembaruan, dan menyempurnakan kekurangan yang ada. Keberanian Mengambil Resiko. Dalam upaya pembangunan pasti akan ada resiko resiko yang akan timbulnya, seperti melesetnya jadwal pembangunan, terhambat, atau bahkan gagal. Kaum muda dengan kesiapan pengetahuan, perhitungan dan keterampilan dapat mengatasi hal tersebut dengan baik dikarenakan, dan juga lebih berani dalam mengambil resiko. Optimis dan Semangat. Optimis dan semangat yang ada dalam jiwa generasi muda akan menjadi daya pendorong untuk menghasilkan sesatu yang lebih maju lagi sehingga terbentuknya mental yang kuat yang tidak mudah patah semangat.
J.
Tujuan
Pokok Sosialisasi
Tujuan sosialisasi pada prinsipnya adalah untuk membentuk kepribadian seseoarang agar selaras sengan nilai dan norma umum yang berlaku di masyarakat. Selaras dengan nilai dan norma artinya, individu menyadari status sosialnya di masyarakat sehingga dapat menjalankan peran sosialnya sebagaimana mestinya. Selain itu, dengan kepribadian yang selaras, individu dianggap akan mampu hidup bermasyarakat.
K. Pengembangan Potensi Generasi Muda
Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
Sumber
Referensi :
http://sosiologis.com/pengertian-sosialisasi
http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/11/6-jelaskan-pola-dasar-pembinaan-dan.html
http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/11/7-jelaskan-2-pengertian-pokok-pembinaan.html
https://autobots-engineer.blogspot.com/2015/10/peranan-sosial-mahasiswa-dan-pemuda-di.html
http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/11/3-jelaskan-mengenai-internalisasi.html
http://sosiologis.com/tujuan-sosialisasi
GAYA HIDUP INDIVIDUALISME DI MASYARAKAT
Individualisme memiliki arti lebih mementingkan
kebebasan pribadi artinya lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan
mementingkan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari sikap tersebut lebih
dominan terhadap masyarakat perkotaan, sikap individualis menjadi gambaran umum
dimana ada banyak sikap atau perilaku masyarakat kota di antaranya seperti, kurangnya
komunikasi satu orang dengan individu lainnya yang ada disekitar, kurangnya
kepedulian terhadap orang lain yang ada di sekitarnya, dan minimnya interaksi
dengan orang lain.
Mayoritas orang-orang yang hidupnya individual tidak
mementingkan hidup bersama lingkungan sekitar dan jauh dari sikap gotong
royong, berbeda dengan masyarakat desa yang bergotong royong dan memiliki
solidaritas yang sangat besar sehingga hak milik perseorangan tidak tampak.
Gaya hidup orang-orang individual itu cenderung modernisasi artinya gaya hidup
yang pemikirannya lebih berkembang dan maju.
Seperti yang sudah kita lihat individualisme dapat
berdampak negatif seperti, kehilangan rasa solidaritas terhadap sesama, egoisme
yang tak terbatas, dan kesulitas dalam bersosialisasi.
Oleh karena itu berikut beberapa
cara untuk mengatasi masyarakat yang bersikap atau mempunyai sifat
individualis, seperti yang pertama yaitu membuat prioritas berdasarkan moral.
Kedua, menumbuhkan kembali semagat gotong royong, karena dengan cara gotong royong
kegiatan yang dikerjakan lebih cepat selesai dan setiap individu dapat
merasakan pentingnya gotong royong, selain itu dapat menumbuhkan tali
persaudaraan atau silaturahmi masyarakat semakin erat. Ketiga, meningkatkan
rasa solidaritas atau kepedulian antar individu yang satu dengan yang lain. Keempat,
Menumbuhkan sifat rela berkorban. Kelima, bahwasanya manusia adalah makhluk
sosial, jadi manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu bantuan orang lain. Keenam,
Menanamkan kesadaran dan motivasi pada individu sehingga individu akan berubah
dengan kesadaran dirinya. Ketujuh, harus bisa mengedepankan kepentingan bersama
dari pada kepentingan pribadi.
Sumber Referensi :
Mayoritas orang-orang yang hidupnya individual tidak
mementingkan hidup bersama lingkungan sekitar dan jauh dari sikap gotong
royong, berbeda dengan masyarakat desa yang bergotong royong dan memiliki
solidaritas yang sangat besar sehingga hak milik perseorangan tidak tampak.
Gaya hidup orang-orang individual itu cenderung modernisasi artinya gaya hidup
yang pemikirannya lebih berkembang dan maju.
Seperti yang sudah kita lihat individualisme dapat
berdampak negatif seperti, kehilangan rasa solidaritas terhadap sesama, egoisme
yang tak terbatas, dan kesulitas dalam bersosialisasi.
Oleh karena itu berikut beberapa
cara untuk mengatasi masyarakat yang bersikap atau mempunyai sifat
individualis, seperti yang pertama yaitu membuat prioritas berdasarkan moral.
Kedua, menumbuhkan kembali semagat gotong royong, karena dengan cara gotong royong
kegiatan yang dikerjakan lebih cepat selesai dan setiap individu dapat
merasakan pentingnya gotong royong, selain itu dapat menumbuhkan tali
persaudaraan atau silaturahmi masyarakat semakin erat. Ketiga, meningkatkan
rasa solidaritas atau kepedulian antar individu yang satu dengan yang lain. Keempat,
Menumbuhkan sifat rela berkorban. Kelima, bahwasanya manusia adalah makhluk
sosial, jadi manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu bantuan orang lain. Keenam,
Menanamkan kesadaran dan motivasi pada individu sehingga individu akan berubah
dengan kesadaran dirinya. Ketujuh, harus bisa mengedepankan kepentingan bersama
dari pada kepentingan pribadi.
Sumber Referensi :

