Pemuda dan Sosialisasi

 

TUGAS INDIVIDU

                                                                                                                             
                                                                                                                               Kamis, 22 Oktober 2020


NAMA : Rafif Fadhil Rusvinanda

NPM : 20320286

MATA KULIAH : Ilmu Sosial Dasar

NAMA DOSEN : Dr. Ditiya Himawati, SE., MM.

Pemuda dan Sosialisasi

A.  Pengertian Pemuda

Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang Mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. 

B.  Pengertian Sosialisasi

Pengertian sosialisasi secara sederhana dapat dipahami sebagai proses internalisasi nilai dan orma sosial ke dalam individu. Sosialisasi merupakan bagian inti dari proses interaksi sosial. Sebagai makhluk sosial, kita senantiasa berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam proses interaksi, terjadi sosialisasi.

C.  Internalisasi Belajar dan Sosialisasi

Internalisasi Belajar Dan Sosialisasi Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma-norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.

D.  Proses Sosialisasi

Internalisasi nilai-nilai, proses penanaman nilai dan norma sosial dalam diri seseorang yang berlangsung sejak lahir hingga meninggal. Enkulturasi, proses pengembangan dari nilai-nilai budaya yang sudah tertanam dalam diri seseorang dan diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari. Pendewasaan diri, proses berlangsungnya internalisasi dan enkulturasi secara terus menerus hingga membentuk suatu kepribadian. Jika kepribadian terwujud secara utuh, seseorang bisa dikatakan dewasa dan telah siap memegang peran dalam masyarakat.

E.  Peran Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat

Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain. Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya).

F.   Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.

G. 2 Pengertian Pokok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

1. Generasi Muda sebagai Subyek

Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.

2. Generasi Muda sebagai Obyek

Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.

H. Masalah-Masalah Generasi Muda

Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa 

I.     Potensi-Potensi Generasi Muda

               Dinamika dan Kreatifitas. Dengan adanya sikap idealisme dan daya kritis yang kuat, berarti generasi muda dapat menimbulkan kreatifitas dan dinamika dalam tatanan berupa perubahan, pembaruan, dan menyempurnakan kekurangan yang ada. Keberanian Mengambil Resiko. Dalam upaya pembangunan pasti akan ada resiko resiko yang akan timbulnya, seperti melesetnya jadwal pembangunan, terhambat, atau bahkan gagal. Kaum muda dengan kesiapan pengetahuan, perhitungan dan keterampilan dapat mengatasi hal tersebut dengan baik dikarenakan, dan juga lebih berani dalam mengambil resiko. Optimis dan Semangat. Optimis dan semangat yang ada dalam jiwa generasi muda akan menjadi daya pendorong untuk menghasilkan sesatu yang lebih maju lagi sehingga terbentuknya mental yang kuat yang tidak mudah patah semangat.

J.    Tujuan Pokok Sosialisasi

Tujuan sosialisasi pada prinsipnya adalah untuk membentuk kepribadian seseoarang agar selaras sengan nilai dan norma umum yang berlaku di masyarakat. Selaras dengan nilai dan norma artinya, individu menyadari status sosialnya di masyarakat sehingga dapat menjalankan peran sosialnya sebagaimana mestinya. Selain itu, dengan kepribadian yang selaras, individu dianggap akan mampu hidup bermasyarakat.

K. Pengembangan Potensi Generasi Muda

Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.

Sumber Referensi :

http://sosiologis.com/pengertian-sosialisasi

http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/11/6-jelaskan-pola-dasar-pembinaan-dan.html

https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/01/140000269/sosialisasi--pengertian-proses-fungsi-dan-tujuannya?page=all

http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/11/7-jelaskan-2-pengertian-pokok-pembinaan.html

https://autobots-engineer.blogspot.com/2015/10/peranan-sosial-mahasiswa-dan-pemuda-di.html

http://fajarhariawan.blogspot.com/2016/11/3-jelaskan-mengenai-internalisasi.html

http://sosiologis.com/tujuan-sosialisasi

GAYA HIDUP INDIVIDUALISME DI MASYARAKAT

Individualisme memiliki arti lebih mementingkan kebebasan pribadi artinya lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan mementingkan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari sikap tersebut lebih dominan terhadap masyarakat perkotaan, sikap individualis menjadi gambaran umum dimana ada banyak sikap atau perilaku masyarakat kota di antaranya seperti, kurangnya komunikasi satu orang dengan individu lainnya yang ada disekitar, kurangnya kepedulian terhadap orang lain yang ada di sekitarnya, dan minimnya interaksi dengan orang lain.

Mayoritas orang-orang yang hidupnya individual tidak mementingkan hidup bersama lingkungan sekitar dan jauh dari sikap gotong royong, berbeda dengan masyarakat desa yang bergotong royong dan memiliki solidaritas yang sangat besar sehingga hak milik perseorangan tidak tampak. Gaya hidup orang-orang individual itu cenderung modernisasi artinya gaya hidup yang pemikirannya lebih berkembang dan maju.

Seperti yang sudah kita lihat individualisme dapat berdampak negatif seperti, kehilangan rasa solidaritas terhadap sesama, egoisme yang tak terbatas, dan kesulitas dalam bersosialisasi.

        Oleh karena itu berikut beberapa cara untuk mengatasi masyarakat yang bersikap atau mempunyai sifat individualis, seperti yang pertama yaitu membuat prioritas berdasarkan moral. Kedua, menumbuhkan kembali semagat gotong royong, karena dengan cara gotong royong kegiatan yang dikerjakan lebih cepat selesai dan setiap individu dapat merasakan pentingnya gotong royong, selain itu dapat menumbuhkan tali persaudaraan atau silaturahmi masyarakat semakin erat. Ketiga, meningkatkan rasa solidaritas atau kepedulian antar individu yang satu dengan yang lain. Keempat, Menumbuhkan sifat rela berkorban. Kelima, bahwasanya manusia adalah makhluk sosial, jadi manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu bantuan orang lain. Keenam, Menanamkan kesadaran dan motivasi pada individu sehingga individu akan berubah dengan kesadaran dirinya. Ketujuh, harus bisa mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi.

Sumber Referensi :

https://www.kompasiana.com/aningg/5816d811bc9373b90a56fbea/gaya-hidup-individualisme-di-masyarakat#:~:text=Individualisme%20memiliki%20arti%20lebih%20mementingkan,mereka%20di%20anggap%20tidak%20penting.

 




Postingan Populer